kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Infografik: Satu pemerintah, satu lautan, tapi data garam bisa berlainan


Selasa, 20 Maret 2018 / 17:49 WIB
Negara Asal Impor Garam Indonesia 2018

Reporter: Ragil Nugroho | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan impor pemerintah kembali menjadi sorotan. Setelah di awal tahun ramai soal impor beras, sekarang giliran garam yang menjadi perbincangan. Maklum, laut sangat luas, tapi kok masih impor garam.

Apalagi, data tentang garam juga simpang siur. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Perindustrian (Kemperin) memiliki data yang berbeda, baik tentang produksi maupun kebutuhan garam nasional. Alhasil, mereka pun merekomendasikan angka impor garam yang berbeda pula untuk tahun ini. Kemperin mengajukan 3,7 juta ton garam impor, sedangkan KKP hanya 1,8 juta ton.

Perbedaan data ini sebenarnya mulai muncul sejak 2015 lalu. Namun, saat itu, selisihnya belum terlalu tajam. Sebelum 2015, kedua kementerian merumuskan dan menghitung bersama data soal garam. Alhasil, tidak ada angka yang berbeda.

Tapi, mulai 2015, KKP dan Kemperin jalan masing-masing sehingga menghasilkan data yang berbeda. Ketika perbedaan data kian mencolok, kebingungan terjadi. Ujungnya, kini, kebingungan itu menyebabkan kebingungan pula banyak pihak. Sampai kapan ini berlangsung?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×